Radio Gema Randik

Radio Gema Randik
BIDANG PENGELOLAAN KOMUNIKASI PUBLIK DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN MUSI BANYUASIN

Rabu, 21 Juni 2017

Pemkab Muba Gelar Rakor Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla 2017

Rabu, 21 Juni 2017
Sekayu – Dalam upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) guna untuk mempersiapkan partisipasi dalam ASEAN GAMES 2018 di Palembang, Pemerintah Kabupaten Muba gelar rapat koordinasi (rakor) pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Ruang Serasan Sekate, Rabu (21/06/2017).
Plt Kepala BPBD Sumsell Iriansyah menyatakan bahwa Gubernur Sumsel Alex Noerdin telah menetapkan status siaga semenjak 18 Februari lalu “Kita menggelar rakor bersama seluruh unsur agar turut bersinergi dalam karhutla,” Propinsi Sumsel sendiri telah menyediakan 4 helikopter, 2 kasa dan 2 pesawat untuk membantu kabupaten-kabupaten rawan kebakaran,”tegasnya

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menyampaikan bahwa Melalui SKPD, dapat melakukan berbagai langkah dalam sosialisasi dan membentuk pos desa tangguh bencana di Kecamatan yang rawan terjadi karhutla. “Kita tempatkan pos di sana karena wilayah yang sangat rawan akan kebakaran dan menyiapkan tenaga di setiap posko,” jelasnya.
Ditempatkannya posko kebakaran di wilayah yang rawan akan karhutla untuk melaksanakan fungsi masing-masing dan tetap dikendalikan camat setempat agar dapat memantau posko sebagai langkah awal persiapan lebih awal yang harus dilaksanakan. Ungkapnya.
Wabup Muba Beni Hernedi menyampaikan Jika diabaikan, tegasnya, sudah pasti akan dikenakan sanksi dan ia berharap perusahaan aktif dalam antisipasi kathutla. “Ya kita lihat perkembangan di lapangan kalau terjadi akan diberikan sanksi,” berdasarkan pengalaman sebelumnya pada tahun 2015 dimana keadaan terburuk pekat asap di Sumsel, 80%-85% kebakaran terdapat pada lahan gambut. “Diperlukan juga kerjasama dan koordinasi antar daerah atau kabupaten tentangga serta penerapan hukum bagi pelanggar larangan,”tutupnya.

Senin, 19 Juni 2017

Rapat Paripurna Dalam Rangka Pembahasan Pansus DPRD Musi Banyuasin

Senin. 19 Juni 2017
SEKAYU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Paripurna, Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muba Abusari Burhan SH.,MSi dan dihadiri Bupati Muba Dodi Reza Alex, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Apriyadi.,S.Sos., M.Si, Para Anggota DPRD, Para Asisten, pimpinan FKPD dan SKPD Muba. di Ruang Rapat Paripurna, Senin (19/06/2017).


Menurut Ketua DPRD Muba Abusari Burhan SH MSi, LKPJ Tahun Anggaran 2016 merupakan bagian tugas dan fungsi DPRD dalam pengawasan serta evaluasi terhadap jalannya penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Muba selama setahun dan menjadi bahan masukan untuk tahun anggaran berikutnya.

Dari setiap fraksi - fraksi menyampaikan pandangan umumnya terhadap Raperda Bupati kabupaten Musi Banyuasin. Untuk pertama penyampaian pandangan umum fraksi yaitu fraksi Partai PAN dilanjutkan oleh fraksi partai PDI perjuangan, Golkar, Grindra, Nasdem, PKB. Banyak harapan dan masukan yang disampaikan oleh fraksi salah satunya mengenai perubahan - perubahan raperda yang menyangkut berbagai aspek dan aturan yang dibuat.


Rapat tersebut dilaksanakan dalam rangka pembacaan hasil pembahasan panitia-panitia khusus sesuai amanat pasal 239 ayat 3 uud no 23 tahun 2014 tentang peraturan daerah, Pansus I yang membahas mengenai 4 Raperda tersebut juga mengusulkan kepada sidang paripurna yang terhormat agar 4 raperda tersebut diterima dan disetujui untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah. adapun keempat Raperda tersebut, yaitu pertama Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah no 8 thn 2011 tentang  pajak mineral bukan logam dan batuan.

DPRD kabupaten Musi Banyuasin manyambut baik raperda yang disampaikan dan dijelaskan oleh Bupati Muba H. Dodi Reza Alex dan mendukung peraturan peraturan yang terdapat dalam Rencana Peraturan Daerah (Raperda) dan bersama - sama dalam bentuk kerja sama antara DPRD dan Bupati mMusi Banyuasin demi tercapainya Muba Maju Berjaya 2017 - 2022 kedepannya nanti.


RATUSAN RIBU PERSONEL SIAP AMANKAN IDUL FITRI

SEKAYU - Guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H, sebanyak 187 ribu personel gabungan yakni dari Kepolisian, TNI, dan jajaran Pemerintah telah dikerahkan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex Noerdin pada saat memimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ramadniya Musi 2017, Senin (19/06/2017) di halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate. Ops Ramadniya Musi 2017 akan  yang digelar selama 16 hari.

Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex Noerdin berharap kepada Personel yang bertugas agar bekerja keras demi terciptanya situasi yang kondusif  menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1438 H tahun 2017. " Saya himbau agar perbanyak pemasangan baner dan saya tekankan kepada seluruh jajaran untuk bekerja keras demi kelancaran arus mudik dan arus balik hari raya Idul Fitri demi terciptanya situasi yang kondusif.

Menurut H. Dodi Reza Alex Noerdin ada tiga hal pokok yang perlu diantisipasi menjelang perayaan Idul Fitri yakni stabilisasi harga pangan, suasana kantibmas yang kondusif, dan lalu lintas yakni kelancaran arus mudik dan arus balik.

" Jangan sampai ada penimbunan dan pengoplosan bahan - bahan makanan yang merugikan masyarakat, yang kedua tentu kita menjaga suasana kantibmas agar kondusif oleh karena itu polisi, TNI dan aparat Pemerintah seperti Satpol PP menjaga tempat - tempat yang vital yang rawan akan adanya gangguan kamtibmas, dan yang ketiga adalah meyakinkan adanya kelancaran arus mudik dan arus balik ", ungkanya.

H. Dodi Reza Alex Noerdin juga menjelaskan bahwa Pemerintah Musi Banyuasin sudah berkoordinasi dengan Balai besar untuk menyiagakan alat berat guna kelancaran lalu lintas yang rawan dengan kemacetan.







Post By : Firmansyah

Jumat, 16 Juni 2017

Plt. Sekda Muba Safari Ramadhan Kecamatan Lawang Wetan

SEKAYU - Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Musi Banyuasin H. Apriyadi mewakili Bupati Musi Banyuasin menghadiri Safari Ramadhan desa Ulak Paceh Jaya kecamatan Lawand Wetan, Jumat (16/07/2017). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Asisten I Setda Musi Banyuasin H. Rusli, SP,. MM,  Asisten II Setda Musi Banyuasin Sulaiman Zakaria, Camat Lawang Wetan Drs. Yuliarto, MS.i, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Musi Bayuasin, dan tokoh agama tokoh masyarakat Lawang Wetan.

Kegiatan Safari Ramadhan adalah agenda rutin Pemerintah Musi Banyuasin setiap tahun di bulan suci Ramadhan dalam rangka menjalin silahaturahmi dengan masyarakat dan meningkatkan nilai - nilai keimanan.

Camat Lawang Wetan Drs. Yuliarto, MS.i menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Bupati Musi Banyuasin dalam hal ini diwakili oleh Plt. Sekda Musi Banyasin H. Apriyadi. " Kami ucapkan ucapkan terima kasih kepada Sekda yang telah melaksanakan Safari Ramadhan ke kecamatan Lawang Wetan karena tidak semua kecamatan di Musi Banyuasin bisa melaksanakan kegiatan  ini ", ungkapnya.

Drs. Yuliarto, MS.i mengatakan kecamatan Lawan wetan merupakan kecamatan yang masih membutuhkan pembenahan mengingat Lawan Wetan adalah kecamatan yang baru berdiri atau dimekarkan. " Kecamatan Lawang Wetan adalah kecamatan yang masih muda yang berusia sekitar tujuh tahun yang tentunya banyak fasilitas publik yang belum memadai, seperti dari sisi keamanan belum ada Polsek untuk saat ini hanya ada pos polisi ", jelasnya.

Drs. Yuliarto, MS.i juga mengatakan adanya beberapa jalan di beberapa desa di kecamatan Lawang Wetan mengalami kerusakan yang mambutuhkan perbaikan dan belum adanya pemakaman umum untuk kepentingan masyarakat Lawang Wetan.

Sementara Plt. Sekda H. Apriyadi Musi Banyuasin dalam sambutannya menanggapi apa yang disampaikan oleh Camat Lawan Wetan terkait Pembangunan infrastruktur jalan yang ada di kecamatan Lawan Wetan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut. " Masalah pembangunan infrastruktur jalan di Lawang Wetang yakni untuk jalan yang ada di desa Karang Ringin dan Pengagang Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran senilai 31 Milyar mudah mudahan dengan anggaran tersebut walupun belum bisa menyelesaikan masalah tapi tidak setidaknya sudah bisa dilalui oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga Plt. Sekda H. Apriyadi memberikan bantuan secara simbolis kepada masyarakat Ulak Paceh Jaya Kecamatan Lawang Wetan.









Post By : Firmansyah

Rabu, 14 Juni 2017

CIPTAKAN MASYARAKAT SADAR KUKUM DAN BERI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU

SEKAYU - Bupati Musi Banyuasin, H. Dodi Reza Alex Noerdin bersama kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sumatera Selatan DR. H. Sudirman D. Hury, SH., MM.,MSc, menandatangani nota kesepakatan hukum (MoU) terkait Pencanangan Muba Cerdas Hukum di Auditorium Pemkab Muba, Rabu (14/06/2017).
Bersamaan dengan Acara pada pagi hari ini, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex juga melaunching aplikasi JDIH Muba berbasis aplikasi android yang dapat didownload disemua handphone berbasis android. Launching aplikasi JDIH Muba berbasis android ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Muba bersama-sama dengan Kakanwil Kemenkumham Sumsel.
Acara dihadiri oleh Plt. Sekda Musi Banyuasin, FORKOMPINDA Musi Banyuasin, Perwakilan Polres Sekayu, Komandan Kodim 0401 Muba, para Kepala Perangkat Daerah SKPD, Ketua KPU Kabupaten Musi Banyuasin, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Ham (Sukamta), Kepala Divisi Pemasyarakatan (Zulkipli), Kalapas Kelas IIB Sekayu, Pejabat struktural di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumsel, dan para organisasi bantuan hukum serta Mahasiswa dan Pelajar.
Dalam sambutannya, Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan bahwa aplikasi sadar hukum, penandatangan nota kesepakatan hukum, peluncuran aplikasi, bukan hanya menjadi slogan.  “Hari ini Muba bergerak menuju pelayanan dan eksistensi hukum, kalau kita perhatikan negara tetangga yang maju itu semua karena taat hukum, untuk membangun, pencanangan ini bukan hanya menjadi moto atau tagline namun untuk menginfetasikannya, perlu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat. InsyaAllah Muba cerdas hukum dan kami juga berharap kerjasama ini dapat dikembangkan dimasa yang akan datang”ungkapnya.
Sementara dalam sambutannya, Kakanwil Sumsel berharap Kedepan kedepannya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bisa menjadi pendamping bagi masyarakat Muba untuk bisa memperoleh bantuan hukum gratis bagi warga miskin.
“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sumsel dengan Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin, dibawah kepemimpinan Bupati Musi Banyuasin yang baru saja dilantik lebih kurang 1 bulan yang lalu, sangat cepat responnya dan kinerjanya, sehingga diharapkan kedepannya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bisa menjadi pendamping bagi masyarakat Muba untuk bisa memperoleh bantuan hukum gratis bagi warga miskin,”tutupnya.



Dilansir dari Mubakab.go.id ( http://mubakab.go.id/index.php/public/berita/berita_single/911 )
Post By : Firmansyah

Selasa, 13 Juni 2017

Bupati Muba Pimpin Audiensi Satgas Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria Dan SDA Kabupaten Muba

Selasa, 13 Juni 2017

Sekayu - Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin Bupati Muba Dodi Reza alex Noerdin Pimpin Rapat Audiensi Satuan Tugas Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam Kabupaten Musi Banyuasin didampingi Oleh Wakil Bupati, Asisten I, Asisten II, Kepala Inspektur Kabupaten Muba, Kepala BPN Muba, Kepala Disbun, Kepala DPU Perumahan Permukiman, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, Kabag Batas, Kepala KPHP Lalan Mendis, dan Kepala KPHP Meranti, di Ruang Rapat Serasan Sekate, Selasa (13/06/2017).



Dalam Paparannya Ketua Satuan Tugas Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam Kabupaten Musi Banyuasin Anwar Sadat ST menyampaikan bahwa kementrian agraria/BPN mengistilahkan konflik pertanahan, sebagai perselisihan antara orang perorangan, kelompok, anggota, organisasi, badan hukum, atau lembaga yang mempunyai kecendrungan atau sudah berdampak luas secara sosiopolitis. Konflik agraria menjadi penting untuk diperhatikan dan diselesaikan oleh pemerintah dengan penanganan dan penyelesaiaannya diharapkan akan mampu menjawab persoalan sosial, seperti kemiskinan, kesenjangan, dan ketidakadilan akibat dari ketimpangan kepemilikan dN penguasaan lahan oleh rakyat menuju kesejahteraan dan keadilan sosial.



Dalam Konflik agraria dan SDA pemerintah kabupaten Muba pada tanggal 21 Oktober 2016 berdasarkan SK Bupati Muba No. 715/KPTS-SETDA/2016 telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam Kabupaten Musi Banyuasin hal ini dilatarbelakangi oleh cukup maraknya gejolak dan konflik sosial yang sering kali timbul akibat adanya perselisihan dan benturan atas pembentukan hak atas ruang hidup berupah tanah dan kekayaan alam dikabupaten Muba.


Dalam Sambutannya Bupati Muba Dodi Reza Alex menjelaskan Kita memerlukan suatu sistem digunakan untuk menyelesaikan konflik SDA dikabupaten muba, untuk mencapai tujuan tersebut satgas ini perlu dijadikan acuan oleh SKPD yang bekerja untuk menyelesaikan Konflik dimuba untuk mencapai tujuan ini kita harus mensinergikan dan menyediakan apa yang diperlukan oleh satgas supaya lebih Optimal. Dari berbagai macam kegiatan yang dilakukan kita akan berupaya untuk mencapai target antara lain menghasilkan dokumen protokol untuk penanganan dan menyelesaikan konflik agraria dan SDA saya minta satgas ini berkonsultasi dengan OPD terkait.


DUKUNG MUBA MAJU BERJAYA, BAPPEDA GELAR BIMTEK PELAKSANAAN RENSTRA PD

SEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD) tahun 2017 - 2022, Selasa (13/06/2017) di ruang Auditorium Bupati.


Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Sekda Muba H. Apriyadi dihadiri oleh Kepala Bappeda Muba Drs. H. M Yusuf Amilin dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Drs. H. M Yusuf Amilin mengatakan bimtek Renstra PD diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari Sekretaris dan Kasubbag/staff yang ditunjuk atau yang mewakili OPD. Waktu pelaksanaan berlangsung selama 3 hari yakni 13 Juni hingga 15 Juni 2017 bertempat di Auditorium Bupati Muba dan  kantor Bappeda Muba dengan nara sumber Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan.

Drs. H. M Yusuf Amilin juga mengatakan Renstra PD merupakan dokumen perencanaan taktis strategis sebagai penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Rancangan Renstra PD ini juga merupakan bahan masukan penyusunan RPJMD dan  Renstra PD yang disempurnakan setelah RPJMD ditetapkan menjadi peraturan daerah.

" Bappeda melaksanakan bimtek Penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah ini guna meningktakan kemampuan aparatur perencanaan  dalam menyusun Renstra Perangkat Daerah yang berkualitas ", jelasnya.

Sementara Plt. Sekda Muba H. Apriyadi menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus benar - benar memahami dokumen Renstranya masing - masing. " Saya tegaskan setiap perangkat daerah harus benar -memahami dokumen Renstranya masing - masing, oleh karena itu diharapkan kepada semua peserta ikutilah kegiatan bimtek ini dengan serius sehinga apa yang didapatkan dan dipahami dapat diterapkan dengan benar disaat bekerja ", imbaunya.Bimtek Renstra PD tersebut juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta atau OPD yang mengikuti tentang penyusunan Renstra PD sesuai dengan ketentuan yang berlaku sekalgus sebagai wadah konsultasi asistensi terhadap draft rancangan awal guna sinkronisasi dengan indikator - indikator yang nantinya akan tertuang dalam RPJMD Muba tahun 2017 – 2022.










Post By : Firmansyah




Kamis, 08 Juni 2017

Plt. Sekretaris Daerah gelar Rapat Pembahasan Rencana Penetapan Kelas RSUD Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin

Kamis, 08 Juni 2017
Sekayu - Bupati Diwakili Plt. Sekretaris Daerah gelar Rapat Pembahasan Rencana Penetapan Kelas RSUD Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin didampingi oleh Asisten I Rusli SP.,MM dan Asisten II Ir. Sulaiman Zakaria, di Ruang Rapat Serasan Sekate, kamis, (08/06/2017).


Rapat ini merupakan Tindak lanjut dari kunjungan bupati Dodi Reza Alex ke RSUD Sekayu yang menyatakan perlu ada pembangunan untuk akses pelayanan kesehatan karna adanya beberapa hambatan terutama hambatan sarana dan prasarana terutama bagi pengguna BPJS dan tenaga kesehatan yang profesional yaitu Tenaga spesialis dan sub spesialis karna ada persyaratan kerjasama dengan BPJS harus ada Dokter Spesialis kalau tidak ada Dokter spesialis kalau tidak ada dokter spesialis maka kerjasama tidak bisa di buat MoU.


Pada tahap pertama ini bagaimana caranya rumah sakit sekayu ini pada tahun 2018 sudah menjadi rumah sakit rujukan regional dan selanjutnya mentargetkan menjadi Rumah sakit tipe B yang didukung oleh rumah sakit Sungai Lilin dan Bayung Lencir menjadi rumah sakit tipe C dan ditambah rumah sakit dilalan dan mangun jaya supaya akses pelayanan kesehatan lebih lengkap.


Dalam penjelasannya Direktur Rumah sakit Dr. Makson menjelaskan bahwa langkah-langkah untuk mewujudkan "Muba maju berjaya", pada tahun 2018 akan mentargetkan pengangkatan tenaga Tetap RSUD Sekayu melalui beberapa tes guna untuk mendapatkan tenaga dan menyaring SDM terbaik.
Targetnya tahun 2019 RSUD Sekayu ditargetkan Akreditasi KARS dan RS Rujukan Regional, tahun 2020 ditargetkan RS tipe B, tahun 2021 ditargetkan RS akreditasi JCI, dan tahun 2022 ditargetkan The World Class Hospital. RSUD Sekayu telah melakukan studi kelayakan dan hasilnya RSUD Sekayu layak diusahakan menjadi tipe B. Untuk mendukung perubahan RSUD tipe C ke tipe B maka RS Bayung Lencir dan RS Sungai Lilin juga harus diubah dari tipe D ke tipe C,”lanjutnya.


Plt. Sekda Muba, Apriyadi., S.Sos., M.Si menyarankan pada Dinkes melalui Kadinkes, Dr. Taufik Rusydi agar segera membentuk dan menetapkan tim untuk memperlancar perubahan tipe RS Bayung Lencir dan RS Sungai Lilin serta Menggambarkan dimana lokasi mereka dan kekurangan mereka apa terkait kondisi dan kendala yang ada kalau mau jadi tipe C, tim harus diimpetarisir dan seluruh izin segera dibereskan. Kalau bisa segera, jadi rumah sakit ini jadi tipe C ”tutupnya.


Rabu, 07 Juni 2017

Rapat Persiapan Penyelenggaraan Gala Desa Di Muba

Rabu, 07 Juni 2017


Sekayu - Pemerintah Kabupaten dalam Hal ini diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah Musi Banyuasin, Apriadi, S.Sos.,M.Si memimpin Rapat Persiapan Penyelenggaraan Gala Desa di Kabupaten Musi Banyuasin di Ruang Rapat Serasan Sekate, Rabu, (07/06/2017).


“melalui ajakan “Ayo Olahraga” sehingga menjadikan masyarakat sehat dan bugar, serta untuk menggali potensi masyarakat yang berbakat olahraga dari Desa/Kelurahan.

Jadi sebenarnya program ini untuk memancing motivasi masyarakat dalam membudayakan olahraga sehingga tumbuh minat untuk mencapai prestasi di bidang olahraga. Adapun peserta dari 6 cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain atletik, bulu tangkis, tenis meja, bola voli, sepak takraw  terdiri dari Pelajar dengan masing-masing 15 peserta dan masyarakat umum. “Tanggal 19 Juli nanti, yang akan dibagi di beberapa kecamatan di Muba seperti Kec. Babat Toman, Kec. Keluang, Kec.Tungkal Jaya, Kec. Sekayu, dan Kec. Sungai Lilin. Ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Muba Drs. A. Suandi.



Plt. Sekda Muba, Apriadi, S.Sos.,M.Si  yang memimpin rapat sangat mengapresiasi Kemenpora yang mempercayakan Kabupaten Muba untuk menggelar Gala Desa. Pada dasarnya, kegiatan ini merupakan olahraga gembira dalam rangka menyemarakkan dan menggelorahkan semangat olahraga yang penting untuk kesehatan serta prestasi dalam mencari bibit olahragawan dari Muba yang ke depannya dapat dibina menjadi atlet berprestasi,”.


“Ini sebuah kehormatan bagi kita, sehingga kita harus melaksanakan acara ini dengan semarak, seluruh desa harus dihadirkan, saat pembukaan nantinya. Intinya Kabupaten Muba siap mensukseskan Gala Desa ini supaya masyarakat memiliki kegiatan yang bisa menyehatkan sekaligus dapat meraih prestasi.” ujarnya